Sepuluh Pemuda Cinta Tanah Air, Bisa Guncang Dunia
Rombongan
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berjumlah 66 orang, yang
merupakan perwakilan dari 33 provinsi, diterima Panglima TNI Laksamana
TNI Agus Suhartono, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, 10
Agustus. Rombongan Paskibraka dipimpin Asisten Deputi Bidang
Kepemimpinan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Johny
Mardizal.
Panglima
TNI menyampaikan beberapa ilustrasi tentang semangat perjuangan yang
perlu senantiasa dikobarkan, khususnya dalam turut serta mengisi
kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pendiri dan pahlawan
bangsa. Secara simbolis dan hakiki, upacara pengibaran bendera
dilaksanakan guna meletakkan sang merah putih pada posisi yang tertinggi
dan terhomat, sebagaimana yang dilakukan para pendahulu, para pejuang
dan pahlawan bangsa, yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga,
untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang kemudian
direfleksikan dengan mengibarkan sang saka merah putih di bumi pertiwi
ini pada tahun 1945.
Hingga
kini pun, perjuangan bangsa yang masih terus berlangsung, meski dengan
situasi dan kondisi yang berbeda dan dengan caranya masing-masing. Namun
tetap dengan satu tujuan yakni mengharumkan nama bangsa dan negara
serta mengibarkan sang merah putih di puncak tertinggi.
Kiprah
para prajurit TNI, misalnya, yang tergabung Kontingen Garuda yang
mengemban misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB, merupakan wujud
mengharumkan nama bangsa demi tegaknya sang merah putih. Sehingga dapat
bersanding sama tinggi dengan bendera-bendera negara lain di dunia. Tak
sedikit prestasi yang telah diukir oleh Kontingen Garuda Indonesia
selama bergabung dalam misi perdamaian tersebut, hingga kerap kali
mendapat apresiasi dan pujian dari negara-negara lain.
Paskibraka
yang terdiri dari putra-putri pilihan terbaik daerah yang telah
mendapatkan kepercayaan dan kehormatan untuk mengemban tugas yang
membanggakan. Mereka telah terpilih serta telah mengikuti proses
seleksi, pelatihan dan persiapan yang baik. Kebanggaan itu juga
merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk itu, kepercayaan dan
kehormatan yang akan dilaksanakan dalam mengemban tugas sebagai
Paskibraka Tahun 2012 ini, lanjut Panglima, hendaknya menjadi modal,
untuk dipergunakan sebaik-baiknya guna menambah motivasi, tekad dan
semangat, untuk terus mengembangkan diri menjadi putra putri bangsa yang
unggul di masa depan.
Setiap
bangsa secara simbolik selalu melukiskan bahwa pemuda adalah harapan
bangsa, motor perjuangan atau kader pemimpin masa depan, sebagaimana
yang pernah dikobarkan oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno ; “Berikan
aku seribu anak muda maka aku akan memindahkan gunung, tapi berikan aku
sepuluh pemuda yang cinta akan tanah air maka akan kuguncang dunia”.
Musuh
terberat dewasa ini adalah ancaman melalui bidang sosial dan budaya.
Ancaman berupa invasi atau serangan militer, akan dengan mudah dikenali,
mudah dihadapi dan TNI senantiasa siap untuk itu. TNI siap sebagai
garda terdepan bangsa dan benteng terakhir Indonesia, dalam menghadapi
ancaman militer dari manapun datangnya.Tapi sebaliknya, ancaman melalui
nilai-nilai sosial dan budaya yang menggunakan media elektronik, seperti
internet dan media lainnya lebih sulit dikenali dan sasarannya adalah
pasti remaja serta generasi muda. Oleh sebab itu, para anggota
Paskibraka harus memperkukuh pertahanan diri dengan mempertebal benteng
keimanan dan ketakwaan, disiplin pribadi (self dicipline), memperkuat kepribadian dan senantiasa waspada atau peduli terhadap lingkungan.
Diharapkan
Panglima TNI, agar generasi muda menghindari narkoba, pergaulan bebas,
dan bentuk-bentuk budaya asing negatif lainnya, yang terbukti lebih
besar mudharatnya dari pada manfaatnya. “Remaja atau generasi muda
merupakan sasaran utama karena memiliki nilai strategis bagi
kelangsungan hidup bangsa dan negara,” ujarnya..
sumber: http://hankam.kompasiana.com/2012/08/10/sepuluh-pemuda-cinta-tanah-air-bisa-guncang-dunia-484301.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar