Senin, 18 November 2013

Sepuluh Pemuda Cinta Tanah Air, Bisa Guncang Dunia

 


 Rombongan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berjumlah 66 orang, yang merupakan perwakilan dari 33 provinsi, diterima Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, 10 Agustus. Rombongan Paskibraka dipimpin Asisten Deputi Bidang Kepemimpinan  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Johny Mardizal.
Panglima TNI menyampaikan beberapa ilustrasi tentang semangat perjuangan yang perlu senantiasa dikobarkan, khususnya dalam turut serta mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pendiri dan pahlawan bangsa.  Secara simbolis dan hakiki, upacara pengibaran bendera dilaksanakan guna meletakkan sang merah putih pada posisi yang tertinggi dan terhomat, sebagaimana yang dilakukan para pendahulu, para pejuang dan pahlawan bangsa, yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga, untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang kemudian direfleksikan dengan mengibarkan sang saka merah putih di bumi pertiwi ini pada tahun 1945.
Hingga kini pun, perjuangan bangsa yang masih terus berlangsung, meski dengan situasi dan kondisi yang berbeda dan dengan caranya masing-masing. Namun tetap dengan satu tujuan yakni mengharumkan nama bangsa dan negara serta mengibarkan sang merah putih di puncak tertinggi.
Kiprah para prajurit TNI, misalnya, yang tergabung Kontingen Garuda yang mengemban misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB, merupakan wujud mengharumkan nama bangsa demi tegaknya sang merah putih. Sehingga dapat bersanding sama tinggi dengan bendera-bendera negara lain di dunia. Tak sedikit prestasi yang telah diukir oleh Kontingen Garuda Indonesia selama bergabung dalam misi perdamaian tersebut, hingga kerap kali mendapat apresiasi dan pujian dari negara-negara lain.
Paskibraka yang terdiri dari putra-putri pilihan terbaik daerah yang telah mendapatkan kepercayaan dan kehormatan untuk mengemban tugas yang membanggakan. Mereka telah terpilih serta telah mengikuti proses seleksi, pelatihan dan persiapan yang baik. Kebanggaan itu juga merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk itu, kepercayaan dan kehormatan yang akan dilaksanakan dalam mengemban tugas sebagai Paskibraka Tahun 2012 ini, lanjut Panglima, hendaknya menjadi modal, untuk dipergunakan sebaik-baiknya guna menambah motivasi, tekad dan semangat, untuk terus mengembangkan diri menjadi putra putri bangsa yang unggul di masa depan.
Setiap bangsa secara simbolik selalu melukiskan bahwa pemuda adalah harapan bangsa, motor perjuangan atau kader pemimpin masa depan, sebagaimana yang pernah dikobarkan oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno ; “Berikan aku seribu anak muda maka aku akan memindahkan gunung, tapi berikan aku sepuluh pemuda yang cinta akan tanah air maka akan kuguncang dunia”.
Musuh terberat dewasa ini adalah ancaman melalui bidang sosial dan budaya. Ancaman berupa invasi atau serangan militer, akan dengan mudah dikenali, mudah dihadapi dan TNI senantiasa siap untuk itu. TNI siap sebagai garda terdepan bangsa dan benteng terakhir Indonesia, dalam menghadapi ancaman militer dari manapun datangnya.Tapi sebaliknya, ancaman melalui nilai-nilai sosial dan budaya yang menggunakan media elektronik, seperti internet dan media lainnya lebih sulit dikenali dan sasarannya adalah pasti remaja serta generasi muda. Oleh sebab itu, para anggota Paskibraka harus memperkukuh pertahanan diri dengan mempertebal benteng keimanan dan ketakwaan, disiplin pribadi (self dicipline), memperkuat kepribadian dan senantiasa waspada atau peduli terhadap lingkungan.
Diharapkan Panglima TNI, agar generasi muda menghindari narkoba,  pergaulan bebas, dan bentuk-bentuk budaya asing negatif lainnya, yang terbukti lebih besar mudharatnya dari pada manfaatnya. “Remaja atau generasi muda merupakan sasaran utama karena memiliki nilai strategis bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara,” ujarnya.. 

sumber: http://hankam.kompasiana.com/2012/08/10/sepuluh-pemuda-cinta-tanah-air-bisa-guncang-dunia-484301.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar